Marhaban Yaa Ramadan September 14, 2007
Posted by masghofur in nulis.trackback
Marhaban Yaa Ramadan, ud telat kale ya…puasa ud jalan 2 hari.
Pada awal Ramadan ini ada sebuah hadits yang sering disebut para ustadz yang intinya kurang lebih baik demikian, “Barang siapa yang berbahagia ketika datangnya bulan Ramadan, maka diharamkan tubuhnya dari api neraka”.
Sepintas ketika kita mendengar hadits ini ada kesan kok mudah sekali kita dapat selamat dari api neraka. Cukup dengan bahagia ketika datangnya bulan ramadan.
Menurut hemat saya (dengan segala keterbatasan saya), hadits ini menjelaskan tentang output dari suatu proses, yaitu perjalanan keimanan seseorang. Ketika seseorang menyadari dirinya sebagai makhluk yang lemah, bodoh, sangat terbatas kemampuannya tentu ia membutuhkan pertolongan dari dzat yang memiliki segalanya. Di sinilah dia meyandarkan hidupnya. Tentu ketika dzat tempat dia bersandar dan memohon pertolongan menginformasikan bahwa ada suatu waktu dimana rahmat dicurahkan secara hebat, maka kebahagianlah timbul. Kebahagian yang murni timbul dari dalam hati dan sulit diungkapkan dengan kata-kata. Hanya orang-orang yang berimanlah yang dapat merasakannya. Kemudian dia mengekspresikan kebahagiannya tersebut dengan memanfaatkan momen Ramadan secara maksimal baik dengan puasa maupun aktivitas ibadah lainnya. Sehingga sangat beralasan ketika dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa orang-orang berimanlah yang dipanggil untuk berpuasa…bukan orang-orang Islam.Kalo dibuat relasi mungkin gambarannya sebagai berikut :
Beriman—–>Bahagia Ketika Ramadan——>Mengisi Ramadan—–>Selamat Dari Api Neraka.
Wallahu a’lam Bishawab
buset dah mentang2 dpt A matkul analisa perancangan sistem luh bang…